Perskpknusantara.com, Tanjung Selor- Turnamen tenis lapangan Piala Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 resmi dimulai dan akan berlangsung selama empat hari di Lapangan Tenis Ahmad Yani, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Ketua panitia, Sabarudin, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut dibuka pada Kamis dan dijadwalkan berakhir pada Minggu, 3 Mei 2026. Menurutnya, turnamen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi bagi para atlet tenis dari berbagai daerah di Kaltara.
“Turnamen tenis lapangan Piala Gubernur 2026 dilaksanakan selama empat hari, dimulai hari ini dan selesai pada Minggu, 3 Mei 2026,” kata Sabarudin di Lapangan Tenis Ahmad Yani, Kamis sore.
Ia menyebutkan, terdapat empat kategori pertandingan yang diperlombakan, yakni kategori prestasi, kelompok usia (KU) 90 tahun, KU 100 tahun, serta kategori lokal kelas B dan C.
Untuk kategori prestasi, KU 90, dan KU 100, masing-masing diikuti oleh 16 pasangan yang berasal dari Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan. Sementara Kabupaten Nunukan belum berpartisipasi dalam turnamen kali ini.
Adapun kategori lokal kelas B dan C diikuti sebanyak 46 pasangan, sehingga jumlah peserta keseluruhan cukup meramaikan kompetisi tahun ini.
Pembukaan turnamen dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, pada Kamis sore. Dalam sambutannya, ia berharap kejuaraan tersebut dapat berjalan lancar dan sukses, sekaligus menjadi sarana melahirkan atlet tenis berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara di masa mendatang.
Menurut Zainal, turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan, evaluasi kemampuan atlet, serta upaya mencari bibit-bibit potensial di daerah.
“Turnamen ini bukan hanya ajang pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan dan evaluasi atlet, sekaligus momentum mencetak atlet-atlet unggulan Kaltara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi adanya kategori KU 90 dan KU 100 yang dinilai menarik. Zainal menjelaskan bahwa angka tersebut bukan menunjukkan usia individu peserta, melainkan total gabungan usia pasangan ganda yang bertanding.
“Misalnya usia 20 tahun bisa berpasangan dengan 80 tahun, atau 10 tahun dengan 90 tahun, yang penting total usia pasangan mencapai 100,” katanya sambil bercanda. /Rudi, melaporkan dari Tanjung Selor, Kaltara/

