Perskpknusantara.com, Tanjung Selor- Komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel di Kalimantan Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi badan publik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi (KI) Kalimantan Utara.

Peningkatan jumlah peserta tersebut disampaikan Ketua KI Kaltara, Fajar Mentari, saat mewakili Gubernur Kalimantan Utara dalam pembukaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengisian Kuesioner Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini digelar secara hybrid. Peserta dari perangkat daerah Kabupaten Bulungan mengikuti acara di Gedung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Utara, sementara peserta dari berbagai wilayah lainnya mengikuti secara daring dari Kantor KI Kaltara di Lantai 2 Gedung Gadis.

Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan bahwa Monev KIP tahun 2026 merupakan pelaksanaan ketiga sejak KI Kaltara berdiri pada tahun 2018. Menurutnya, kesadaran badan publik terhadap pentingnya keterbukaan informasi terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat partisipasi badan publik pada tahun 2024 masih mencapai 43,9 persen atau sebanyak 97 peserta dari target 221 badan publik. Namun pada tahun 2025 terjadi peningkatan yang cukup signifikan menjadi 79,6 persen, dengan 204 badan publik berhasil mendaftar dan terverifikasi dari total 256 sasaran.

Fajar menilai peningkatan tersebut menjadi indikator semakin kuatnya kesadaran badan publik dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan bertanggung jawab.

Ia juga menjelaskan bahwa cakupan peserta Monev KIP terus diperluas. Pada tahun 2024, peserta hanya berasal dari perangkat daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. Selanjutnya pada tahun 2025, KI Kaltara mulai melibatkan lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

Pada tahun 2026, cakupan tersebut kembali diperluas dengan memasukkan badan publik vertikal sebagai salah satu objek monitoring dan evaluasi.

Menurut Fajar, langkah ini merupakan upaya untuk memperluas penerapan keterbukaan informasi publik secara menyeluruh dan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia berharap semakin banyaknya badan publik yang terlibat dapat mendorong tumbuhnya budaya keterbukaan informasi di seluruh instansi publik di Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan yang sama, Fajar turut memberikan apresiasi kepada sejumlah badan publik yang berhasil menunjukkan kinerja baik dalam pelaksanaan Monev KIP. Pada tahun 2024, BKAD Kaltara berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori badan publik tingkat provinsi. Sementara itu, pada tahun 2025, Dinas Kesehatan Kaltara berhasil mencapai tahap akhir presentasi dan memperoleh predikat “Menuju Informatif”.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi badan publik lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Keberhasilan yang telah diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh perangkat daerah dan badan publik lainnya untuk terus melakukan inovasi serta memperbaiki tata kelola informasi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Fajar menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik di Kalimantan Utara.

Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama dapat semakin memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kalimantan Utara.

Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis ini, KI Kaltara berharap seluruh badan publik dapat memahami tata cara pengisian kuesioner Monev KIP dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi publik guna mewujudkan pemerintahan yang semakin terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat./Julius Mbado melaporkan dari Tanjung Selor, Kaltara/