Perskpknusantara.com, Malinau- Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Malinau mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa tingkat SMP ke bawah selama dua hari, sekaligus membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kabut asap, khususnya terhadap kesehatan anak-anak dan masyarakat.

“Untuk dua hari ini, anak-anak sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, dari tingkat SMP ke bawah, diberlakukan BDR. Teknis pelaksanaannya akan diatur oleh Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah,” ujar Sekda Ernes usai membagikan masker di Simpang Empat Jembatan menuju Desa Malinau Kota, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, penerapan BDR tersebut hanya bersifat sementara. Kebijakan akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca di wilayah Malinau.

Pemkab Malinau akan melakukan pemantauan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kalau kondisi udara dan cuaca masih seperti ini, bahkan meningkat, maka kebijakan ini bisa kita lanjutkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi dari instansi terkait,” jelasnya.

Tidak hanya mengatur kegiatan pembelajaran, Pemkab Malinau juga melakukan langkah perlindungan langsung dengan turun ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat.

Pemerintah daerah saat ini telah menyiapkan sekitar 2.200 kotak masker yang akan didistribusikan di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Tanjung Lapang hingga wilayah perkotaan Malinau.

Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran agar lebih waspada terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk.

Sekda Ernes menyampaikan, berdasarkan informasi dari DLH, terdapat pergerakan massa udara dari arah Berau dan Tanjung Selor menuju Malinau. Pergerakan tersebut diduga turut membawa kabut asap hingga menyelimuti wilayah Malinau.

Dampak kabut asap juga mulai dirasakan pada sektor transportasi udara. Terbatasnya jarak pandang menyebabkan penerbangan menuju Malinau untuk sementara tidak dapat beroperasi.

“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker apabila berada di luar ruangan. Kalau tidak ada kegiatan yang terlalu penting, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar. Kemudian, banyak minum air putih,” imbaunya.

Selain mengimbau masyarakat umum, Sekda juga meminta para pekebun dan peladang untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurut Ernes, kembali munculnya kabut asap harus menjadi evaluasi dan pembelajaran bersama. Pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran dinilai perlu diperkuat, baik yang dilakukan masyarakat, badan usaha maupun pihak lainnya.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa tahun bahkan puluhan tahun lalu. Karena itu, kesadaran dan pengawasan bersama harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. /Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kaltara/