Perskpknusantara.com, Tarakan- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Abd Azis Hasan, menilai keberadaan Universitas Terbuka (UT) di Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut disampaikan Azis seusai menghadiri acara wisuda UT Tarakan yang berlangsung di Tarakan Art and Convention Center (TACC), Minggu (22/8/2026).

Menurutnya, salah satu manfaat utama pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan cara berpikir seseorang. Azis mengaku merasakan langsung dampak tersebut ketika masih bertugas di Inspektorat dan memiliki staf yang melanjutkan pendidikan melalui UT.

Ia menceritakan, sebelum melanjutkan kuliah, staf tersebut masih berpendidikan D3. Setelah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S1, terjadi perubahan dalam pola pikir dan cara bekerja.

“Yang paling penting dari kuliah di perguruan tinggi itu adalah bagaimana pendidikan tersebut membentuk pola pikir. Saya melihat sendiri perubahan itu pada staf saya yang kuliah di UT. Dari sebelumnya D3 kemudian melanjutkan ke S1, cara berpikirnya mengalami perubahan,” ujar Azis.

Azis juga menyebut keberadaan UT dapat mendukung penerapan sistem manajemen talenta yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Dalam sistem tersebut, tingkat pendidikan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam menilai potensi ASN.

“Sekarang Pemerintah Kota Tarakan sedang menerapkan manajemen talenta. Salah satu indikator penilaian potensinya adalah pendidikan. Untuk S1 nilainya 80, S2 90, sedangkan S3 mendapat nilai 100,” jelasnya.

Selain itu, Azis menilai UT memiliki keunggulan karena menawarkan pilihan program studi yang lebih beragam dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Kaltara. Kondisi tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi ASN untuk memilih bidang pendidikan sesuai kebutuhan dan pengembangan kariernya.

“Kalau di UBT pilihan untuk S2 maupun S3 masih terbatas. Sedangkan di UT pilihannya lebih banyak dan lebih beragam. Ini tentu sangat bermanfaat, khususnya bagi aparatur negara di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan,” katanya.

Lebih lanjut, Azis menegaskan bahwa peningkatan jenjang pendidikan ASN pada akhirnya akan memberikan dampak terhadap kualitas kinerja individu maupun organisasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur akan bermuara pada semakin baiknya pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Kalau ilmu mereka terus ditingkatkan, tentu akan berpengaruh terhadap kinerja. Ketika kinerja individu semakin baik, insya Allah kinerja organisasi juga ikut meningkat. Dengan kualitas kinerja yang lebih baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin berkualitas,” pungkasnya.