Andreas Hugo Pareira Dukung Langkah Kementerian HAM Usut Dugaan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus Taman Safari!

Perskpknusantara.com, Jakarta- Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) dalam menyelidiki dugaan tindakan eksploitasi dan kekerasan terhadap sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang tampil di Taman Safari.

Pernyataan tersebut disampaikan Andreas menanggapi langkah tindak lanjut dari Kementerian HAM setelah menerima audiensi dari para mantan pemain sirkus OCI di kantor kementerian beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, para mantan pemain menyampaikan sejumlah pengaduan, termasuk dugaan kekerasan fisik hingga praktik yang mengarah pada perbudakan.

“Dengan adanya laporan tersebut, memang sudah menjadi tanggung jawab Kementerian HAM untuk menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait dan meminta klarifikasi atas aduan tersebut,” kata Andreas kepada Kedai Pena di Jakarta, Jumat (18/4/2025).

Ia menekankan pentingnya Kementerian HAM untuk memposisikan persoalan ini secara adil dan menyeluruh, dengan melibatkan Taman Safari, manajemen OCI, serta pemilik perusahaan dalam konteks hubungan kerja dengan para pekerja sirkus. Terlebih, kata Andreas, indikasi eksploitasi dan kekerasan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.

“Penting juga untuk mendengar langsung dari para pemain sirkus yang saat ini masih aktif, mengenai sistem kerja dan mekanisme yang berlaku di OCI,” ujarnya.

Menurut Andreas, langkah tersebut perlu dilakukan agar kegiatan yang telah berlangsung lama dan membawa manfaat—baik dalam ranah bisnis maupun sosial—tidak tersendat hanya karena tudingan pelanggaran HAM yang belum diklarifikasi secara menyeluruh.

“Negara memiliki kewajiban untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia sesuai prinsip-prinsip yang berlaku, namun kita juga perlu memastikan agar tidak muncul konflik antara penegakan HAM dengan keberlangsungan aktivitas usaha, sosial, dan lainnya,” tutup politisi senior dari PDI Perjuangan tersebut. /Dani Hutapea melaporkan dari Jakarta/