Perskpknusantara.com, Tarakan- Pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemerintahan, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, terus dikebut meski menghadapi tantangan kondisi cuaca.
Berdasarkan hasil peninjauan Wali Kota Tarakan beberapa hari lalu, progres fisik proyek pendidikan yang didanai pemerintah pusat tersebut kini telah mencapai sekitar 60 persen.
“Kalau saya lihat sekitar 60 persenan. Kan baru dimulai bulan berapa, dengan kendala cuaca mungkin, tapi harapannya bulan Agustus sudah bisa dipakai sebagian. Karena menerima murid sekitar 256 orang,” ujar Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, Kamis (16/7/2026).
Menurut Khairul, sejumlah fasilitas utama telah selesai dibangun, di antaranya ruang kelas, ruang makan, asrama, serta rumah ibadah.
Pemerintah Kota Tarakan juga memberikan dukungan melalui penyediaan akses jalan menuju lokasi. Sementara itu, Perumda Tirta Alam Tarakan telah menyambungkan jaringan air bersih, sedangkan kebutuhan listrik telah dipenuhi oleh PLN.
Meski target penyelesaian keseluruhan pada Agustus dinilai cukup menantang akibat faktor cuaca, Khairul menyebut kementerian terkait telah menyiapkan langkah pemanfaatan gedung secara bertahap.
Prioritas utama adalah memastikan sebanyak 265 peserta didik baru dapat mulai mengikuti proses belajar, sedangkan siswa yang sudah lebih dahulu terdaftar masih akan menempati fasilitas di LLK Tarakan.
Selain itu, Pemkot Tarakan turut memberikan dukungan melalui berbagai upaya nonanggaran. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis disiapkan untuk membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan di luar aspek pendanaan guna mempercepat penyelesaian proyek.
Khairul kembali menegaskan bahwa SRT 59 Tarakan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Sasaran penerima manfaat pun kini diperluas, tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar lokasi pembangunan, tetapi juga dari wilayah lain di Kota Tarakan.

