Perskpknusantara.com, Malinau- Musibah kebakaran yang melanda RT 06, Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, dan menghanguskan enam rumah warga, meninggalkan kisah duka mendalam. Ironisnya, saat peristiwa terjadi, sebagian pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena tengah menghadiri prosesi pemakaman keluarga di Desa Loreh.
Kepala Desa Respen Tubu, Doleh Ucan, mengungkapkan bahwa situasi tersebut membuat musibah ini terasa semakin berat bagi warga maupun pemerintah desa. Ia menyebut, beberapa korban masih dalam suasana berduka ketika kebakaran melanda.
“Peristiwa ini benar-benar mengejutkan kami. Ada warga yang rumahnya terbakar saat mereka sedang berada di Desa Loreh karena keluarga meninggal dunia. Jadi ketika kebakaran terjadi, mereka tidak ada di rumah dan masih dalam kondisi berduka,” katanya.
Doleh mengakui, pemerintah desa sempat merasa tidak berdaya menghadapi cepatnya kobaran api yang melalap rumah warga. Kendati demikian, pihaknya tetap bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Saya langsung ke lapangan. Kita semua punya keterbatasan, namun kami berupaya semaksimal mungkin. Kami bersyukur ada dukungan dari Pemkab Malinau, pihak kecamatan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan para relawan yang sigap membantu warga,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau yang dinilai telah bekerja maksimal hingga api berhasil dipadamkan dan kondisi kembali aman.
“Alhamdulillah, situasi sudah terkendali. Upaya pemadaman yang dilakukan sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, kebakaran tersebut mengakibatkan enam unit rumah rusak terbakar. Dari jumlah itu, empat kepala keluarga dengan total 21 jiwa tercatat terdampak langsung. Sebagai langkah awal penanganan pascakebakaran, Balai Adat Respen Tubu disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara bagi para korban.
“Kami memanfaatkan Balai Adat Respen Tubu untuk tempat tinggal sementara warga terdampak. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya di bidang sosial, agar bantuan dapat segera disalurkan,” pungkas Doleh. /Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kalimantan Utara/

