Perskpknusantara.com, Malinau- Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menilai keberhasilan penyelenggaraan Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau tahun 2025 tidak terlepas dari kontribusi besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Menurut Ernes, keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
“UMKM ini tidak muncul begitu saja. Mereka adalah hasil binaan sejak beberapa tahun lalu, dan kini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Irau,” ujarnya kepada RRI di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).

Ernes menjelaskan bahwa peran UMKM tampak nyata di berbagai sektor selama penyelenggaraan Irau — mulai dari pameran, kuliner lokal, hingga layanan akomodasi dan kebutuhan masyarakat. Kehadiran para pelaku usaha kecil ini membuat festival dua tahunan tersebut semakin semarak dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

Ia juga mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah UMKM yang berpartisipasi maupun yang mengurus perizinan usaha.
“Tahun ini ada 551 UMKM yang ikut serta dalam Irau, dan dari data PTSP, pengurusan izin usaha baru bahkan mencapai lebih dari seribu,” ungkapnya.

Peningkatan jumlah pelaku usaha tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat Irau sebagai peluang ekonomi jangka panjang.
“Ini sangat positif, karena mereka mulai memandang Irau bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi juga momentum ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Ernes.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi selama perayaan Irau turut meningkatkan peredaran uang di masyarakat. Berdasarkan laporan panitia, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp107 miliar, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan Irau tahun 2023 yang hanya sekitar Rp40 miliar.

“Itulah sektor riil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, penyelenggara pameran, pemilik homestay, hingga rumah makan — semuanya merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkasnya.