Perskpknusantara.com, Berau- Pembukaan rute transportasi laut baru yang menghubungkan Berau dan Tarakan menggunakan speedboat memberikan dampak positif bagi konektivitas antarwilayah.

Namun demikian, peningkatan mobilitas ini turut menjadi perhatian serius pihak keimigrasian, terutama dalam pengawasan pergerakan penumpang dan keberadaan Warga Negara Asing (WNA).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Redeb, C. Catur Apriyanto, menegaskan bahwa operasional jalur baru tersebut menuntut penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan arus keluar masuk orang tetap terpantau secara optimal.

Ia menjelaskan, meskipun Kantor Imigrasi Tanjung Redeb bukan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) utama, pengawasan terhadap aktivitas serta keberadaan WNA di wilayah kerja tetap menjadi tanggung jawab penting.

“Dengan beroperasinya rute ini, kami akan meningkatkan koordinasi dengan instansi perhubungan dan pengelola pelabuhan, khususnya untuk memantau penumpang yang bepergian menuju Tarakan,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyasar WNA, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang bepergian secara nonprosedural, termasuk potensi pekerja migran ilegal.

Di sisi lain, jalur laut tersebut dinilai mempermudah akses wisatawan mancanegara menuju sejumlah destinasi unggulan di Berau, seperti Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Wisatawan kini memiliki opsi perjalanan yang lebih praktis melalui kawasan pesisir seperti Tanjung Batu.

“Sebagian besar WNA yang datang ke Berau memang untuk berwisata. Kehadiran jalur ini tentu memudahkan mereka menjangkau destinasi seperti Derawan dan Maratua,” jelasnya.

Meski membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, ia menegaskan sistem pengawasan tetap harus diperketat sejak awal operasional. Langkah yang dilakukan antara lain memastikan validitas data manifes penumpang serta pengawasan di sejumlah titik strategis.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan, termasuk di Tanjung Batu, agar data penumpang tercatat akurat dan pengawasan berjalan maksimal,” tegasnya.

Sebagai rute baru, upaya awal yang krusial adalah memperkuat sinergi antarinstansi guna mencegah potensi pelanggaran sejak dini, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas perairan di wilayah Berau. /Julius Mbado, melaporkan dari Berau, Kaltim/