Perskpknusantara.com, Maliau- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau akhirnya memberikan klarifikasi terkait hilangnya sepeda motor milik keluarga pasien di lingkungan rumah sakit. Pihak RSUD mengakui seluruh kamera pengawas (CCTV) sudah tidak berfungsi sejak 2023 dan belum dapat diperbaiki karena keterbatasan anggaran.
Direktur RSUD Malinau, Anak Agung Gde Dwipa Byantara, menyampaikan bahwa perbaikan sistem keamanan sebenarnya telah direncanakan sejak dirinya mulai menjabat pada 2024. Namun, rencana tersebut harus tertunda lantaran anggaran BLUD diprioritaskan untuk melunasi tunggakan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP) dari tahun-tahun sebelumnya.
“Seluruh CCTV rusak sejak 2023. Pengadaan baru belum disetujui pada 2025. Dana BLUD belum bisa dialokasikan karena kami harus menyelesaikan kewajiban pembayaran obat dan BHP agar pelayanan tetap berjalan,” kata Agung, Kamis (16/1/2026).
Ia menegaskan, pelunasan utang menjadi langkah utama agar ketersediaan obat bagi pasien tidak terganggu. Setelah beban tersebut selesai pada 2026, penguatan sistem keamanan akan menjadi prioritas berikutnya.
Terkait sepeda motor bernomor polisi KU 5176 milik Ramadhani, Agung menjelaskan kendaraan tersebut diparkir di area yang bukan merupakan lokasi parkir resmi. Motor berada di sisi belakang rumah sakit, bukan di halaman depan yang rutin dipantau petugas keamanan.
“Masih ada keluarga pasien yang parkir tidak pada tempatnya. Pintu belakang sudah sering kami kunci, namun gemboknya kerap dirusak sehingga akses kembali terbuka,” ujarnya.
Selain faktor lokasi, Agung juga menilai kelalaian pemilik kendaraan turut berpengaruh. Saat ini, RSUD Malinau hanya memiliki satu hingga dua personel sekuriti yang melakukan patroli manual tanpa dukungan sistem karcis parkir.
“Banyak kasus kehilangan terjadi karena motor tidak dikunci stang. Kejahatan muncul bukan hanya karena niat, tetapi juga karena adanya kesempatan,” tambahnya.
Meski demikian, Agung menegaskan pihaknya terus berupaya memperbaiki kondisi keamanan. Sejak Januari 2026, RSUD mulai memasang CCTV di beberapa titik penting menggunakan sisa dana BLUD.
Selain itu, pihak manajemen juga telah mengusulkan penambahan tenaga sekuriti kepada pemerintah daerah agar sistem parkir satu pintu dengan portal dan karcis dapat segera diterapkan.
“Kami mohon maaf karena belum maksimal menjaga keamanan barang milik pasien dan keluarga. Ke depan, parkir di luar area resmi akan dilarang, serta kami mengusulkan sistem parkir berbayar agar pengelolaannya lebih tertib,” tutupnya.
Sebelumnya, KBO Satreskrim Polres Malinau Iptu Welly membenarkan adanya laporan kehilangan sepeda motor milik warga Tanjung Lapang tersebut. Karena seluruh CCTV internal RSUD tidak berfungsi, polisi harus mencari petunjuk dari kamera pengawas di sekitar lingkungan rumah sakit.
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan memeriksa CCTV di dua penginapan sekitar lokasi, namun hingga kini belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku,” ungkap Welly, Rabu (15/1/2026). /Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kaltara/

