Perskpknusantara.com, Malinau- Kecelakaan karamnya sebuah long boat di Jeram Baru (Nda’ Liang), Sungai Bahau, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, pada Selasa (23/12/2025) pagi kembali menyoroti tingginya tingkat bahaya transportasi sungai di wilayah pedalaman. Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.32 Wita itu menyebabkan kerugian materiil dan menjadi peringatan penting bagi para operator angkutan air yang melintas di jalur berjeram.
Long boat yang mengalami musibah tersebut diketahui milik Yakup Jalung, Kepala Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Hulu. Saat kejadian, perahu mengangkut sembilan orang, terdiri dari penumpang dan awak kapal, yang sebelumnya bermalam di Pos Jeram Baru sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah hulu.
Camat Bahau Hulu, Viktor, menjelaskan bahwa sebelum memasuki jeram, para penumpang serta sebagian barang telah diturunkan untuk mengurangi beban. Prosedur tersebut lazim dilakukan saat menghadapi arus kuat di kawasan Jeram Baru. Namun, situasi memburuk ketika perahu mulai berupaya melawan arus.
Di tengah lintasan jeram, mesin long boat tiba-tiba mati. Akibatnya, perahu kehilangan kendali dan terdorong mundur oleh derasnya arus hingga menabrak bebatuan besar di sisi kiri arah mudik. Benturan keras itu menyebabkan kerusakan serius pada badan perahu.
“Bagian dinding perahu pecah, sehingga seluruh muatan yang masih berada di dalam, termasuk mesin dan sepeda motor, hanyut dan tenggelam ke sungai,” ujar Viktor.
Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil selamat sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, total kerugian materiil belum dapat dipastikan karena sejumlah barang masih belum ditemukan.
Evakuasi penumpang dilakukan dengan bantuan long boat SOA Penumpang dari Bahau Hulu yang melintas di lokasi kejadian. Para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Long Paliran dan Long Aran. Sementara itu, barang-barang yang sebelumnya diturunkan masih tertinggal di sekitar kawasan Jeram Baru.
Berdasarkan informasi di lapangan, saat insiden terjadi terdapat lima long boat yang mencoba melintasi Jeram Baru secara bersamaan. Tiga di antaranya sempat mengalami kondisi mundur akibat kuatnya arus, bahkan satu perahu lainnya dilaporkan mengalami kerusakan meski tidak sampai tenggelam.
Viktor menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama bagi para pelaku usaha transportasi sungai. Ia menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan, khususnya ketika kondisi arus sungai sedang tidak bersahabat. Selain itu, ia menyampaikan aspirasi masyarakat agar pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap kondisi Jeram Baru. Normalisasi jalur sungai, termasuk penanganan bebatuan besar di sisi hilir kiri jeram, dinilai perlu dilakukan guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di kemudian hari. Selain itu, ia menyampaikan aspirasi masyarakat agar pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap kondisi Jeram Baru. Normalisasi jalur sungai, termasuk penanganan bebatuan besar di sisi hilir kiri jeram, dinilai perlu dilakukan guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di kemudian hari./Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kaltara/

