Perskpknusantara.com, Malinau-seorang balita berinisial DM (2) meninggal dunia setelah diduga tenggelam di rumahnya yang berada di RT 12 Seluwing, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, pada Rabu (25/2) sore.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, saat kawasan tersebut tengah dilanda banjir. Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di bagian belakang dapur rumahnya.
Dari informasi yang diperoleh, keluarga pertama kali menemukan korban di sudut belakang rumah dengan posisi kaki berada di atas dan tubuh sudah lemas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke RSUD Malinau untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun demikian, upaya penyelamatan tidak berhasil. Pihak medis RSUD Malinau menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 17.16 WITA.
Kapolsek Malinau Kota, IPDA Santun Siboro, menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan yang dipicu kondisi banjir yang cukup ekstrem. Ia menyebutkan, saksi mendengar teriakan ibu korban yang menyampaikan bahwa anaknya terjatuh di dapur. Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah.
Sementara itu, debit air di sejumlah wilayah Malinau Kota masih terpantau tinggi. Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat banjir masih terjadi.
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap balita dan memastikan area rumah yang tergenang air tetap aman, tertutup, atau selalu dalam pengawasan. Warga juga diimbau segera melapor apabila ketinggian air dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Seorang balita berinisial DM (2) meninggal dunia setelah diduga tenggelam di rumahnya yang berada di RT 12 Seluwing, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, pada Rabu (25/2) sore.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, saat kawasan tersebut tengah dilanda banjir. Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di bagian belakang dapur rumahnya.
Dari informasi yang diperoleh, keluarga pertama kali menemukan korban di sudut belakang rumah dengan posisi kaki berada di atas dan tubuh sudah lemas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke RSUD Malinau untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun demikian, upaya penyelamatan tidak berhasil. Pihak medis RSUD Malinau menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 17.16 WITA.
Kapolsek Malinau Kota, IPDA Santun Siboro, menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan yang dipicu kondisi banjir yang cukup ekstrem. Ia menyebutkan, saksi mendengar teriakan ibu korban yang menyampaikan bahwa anaknya terjatuh di dapur. Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah.
Sementara itu, debit air di sejumlah wilayah Malinau Kota masih terpantau tinggi. Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat banjir masih terjadi.
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap balita dan memastikan area rumah yang tergenang air tetap aman, tertutup, atau selalu dalam pengawasan. Warga juga diimbau segera melapor apabila ketinggian air dinilai berpotensi membahayakan keselamatan /Karyadi Salam, melaporkan dari malinau/

