Perskpknusantara.com, Malinau-Mengawali tahun 2026, Bupati Malinau Wempi W. Mawa menampilkan kepemimpinan yang sarat empati dengan mengunjungi para tahanan di Mapolres Malinau. Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat inspeksi, melainkan menjadi momen dialog kemanusiaan yang penuh kepedulian, penguatan batin, serta penyampaian pesan harapan bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum.

Dalam kunjungan yang berlangsung Selasa (6/1/2026) itu, Bupati Wempi didampingi unsur perangkat daerah, tokoh agama lintas denominasi, serta pendamping rohani. Ia berbincang langsung secara terbuka dan tulus dengan para tahanan, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

“Kami hadir untuk memberikan semangat dan harapan. Kami ingin mereka tetap tegar, bertanggung jawab menjalani proses hukum, serta siap menerima keputusan yang nantinya ditetapkan,” tutur Wempi.

Dalam suasana dialog yang penuh keterbukaan, beberapa tahanan menyampaikan rasa penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan. Bahkan, ada di antara mereka yang menitipkan pesan permohonan maaf kepada orang tua, keluarga, serta pihak yang dirugikan akibat tindakan mereka.

“Mereka menyadari kesalahan dan berkomitmen untuk memperbaiki diri. Ini menjadi bukti bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk berubah ke arah yang lebih baik,” kata Wempi.

Bupati Wempi juga memberi perhatian khusus terhadap kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pasangan suami istri yang masih memiliki anak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut aspek hukum, melainkan juga berdampak pada masa depan anak dan keberlangsungan keluarga.

“Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral, kasih sayang, dan masa depan keluarga yang perlu kita pikirkan bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah berupaya mencari solusi terbaik melalui pendekatan penegakan hukum yang adil, mekanisme mediasi sesuai ketentuan, serta pendampingan sosial dan spiritual.

“Kami ingin menemukan jalan keluar yang terbaik bagi masyarakat, bagi para tahanan, dan terutama bagi keluarga yang terdampak,” jelas Wempi.

Pendekatan spiritual menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Bupati menilai, penguatan rohani tidak hanya dibutuhkan oleh para tahanan, tetapi juga oleh keluarga mereka yang turut merasakan dampaknya.

“Mereka tetap merupakan bagian dari masyarakat Malinau. Harapan kita, suatu hari mereka dapat kembali ke tengah keluarga, menjalani kehidupan yang lebih baik, sehat, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

Menutup kunjungannya, Bupati Wempi mengajak seluruh elemen masyarakat Malinau untuk bersama-sama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga.

“Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Malinau, agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan harapan kita bersama,” pungkasnya./Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kalimantan