Perskpknusantara.com, Tanjung Selor- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Achmad Djufrie menyebut kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian ke Kaltara merupakan bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi wilayah perbatasan.

Menurut Achmad Djufrie, kedatangan Mendagri ke Kaltara merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden untuk melihat secara langsung kondisi kawasan perbatasan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

“Jadi kedatangan Mendagri ini tidak lain adalah perjuangan panjang yang masyarakat Kaltara perjuangkan, sehingga beliau diperintahkan Presiden untuk turun langsung melihat perbatasan,” ujar Achmad Djufrie usai menyambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Selasa.

Ia mengatakan, kunjungan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang selama ini dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara bersama DPRD untuk mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di kawasan perbatasan.

“Ini tidak lain adalah perjuangan kita selama ini, perjuangan Pak Gubernur, perjuangan teman-teman di DPRD untuk minta bahwa perbatasan ini diperhatikan,” katanya.

Achmad Djufrie menuturkan, dirinya bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kaltara telah berulang kali menyampaikan persoalan serta kebutuhan pembangunan wilayah perbatasan kepada pemerintah pusat, termasuk melalui sejumlah kementerian.

Bahkan, ia menyebut dirinya secara langsung memimpin kunjungan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maupun Kementerian Keuangan untuk memperjuangkan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan Kaltara, khususnya kawasan perbatasan.

Atas perhatian pemerintah pusat tersebut, Achmad Djufrie menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden yang telah mengutus Mendagri untuk melihat langsung kondisi perbatasan di Kaltara.

Ia menilai berbagai persoalan yang selama ini disampaikan masyarakat, termasuk melalui media sosial, ternyata menjadi perhatian pemerintah pusat dan tidak begitu saja diabaikan.

“Rupanya pemerintah pusat menyimpan, dicatat dulu, dikumpulkan dulu datanya semua, sehingga diperintahkan Mendagri untuk langsung pergi mengecek ke perbatasan,” kata Achmad Djufrie.

Lebih lanjut, ia menyebut perhatian pemerintah pusat terhadap Kaltara juga terlihat dari kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kunjungan dua menteri tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat untuk mengetahui secara langsung kondisi kawasan perbatasan Kaltara, termasuk berbagai persoalan infrastruktur dan konektivitas yang masih membutuhkan penanganan.

“Pemerintah pusat menurunkan Mendagri hari ini dan beberapa hari lalu Menhan, untuk langsung melihat bagaimana sih kondisi perbatasan kita. Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Kaltara, Mendagri Tito Karnavian dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi terkait kawasan perbatasan yang berlangsung di Kantor Bupati Malinau.

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung kondisi jalan serta sejumlah infrastruktur lainnya di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan. /Rudi, melaporkan dari Tanjung Selor, Kaltara/.