perskpknusantara.com, Malinau- Cuaca ekstrem berupa hujan deras berintensitas tinggi yang melanda wilayah Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memicu terjadinya tanah longsor di tiga titik vital. Kejadian sejak Selasa dini hari itu menyebabkan sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan berat serta memutus akses transportasi darat, sehingga proses evakuasi warga terpaksa dilakukan melalui jalur sungai menggunakan perahu.

Peristiwa bermula ketika hujan lebat mengguyur kawasan Mentarang Hulu sejak pukul 17.00 WITA. Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Long Berang, Oldiana, getaran tanah pertama dirasakan sekitar pukul 21.18 WITA. Longsoran berikutnya yang lebih besar terjadi pada pukul 02.01 WITA. Material tanah bercampur lumpur serta pepohonan tumbang langsung menimbun badan jalan, membuat tim penyelamat harus mengerahkan armada longboat untuk mencapai lokasi terdampak dan mengevakuasi warga yang terisolasi.

Kerusakan terparah terjadi pada fasilitas umum dan rumah dinas. Empat rumah dinas tenaga kesehatan di sekitar puskesmas serta satu rumah guru sekolah dasar dilaporkan mengalami kerusakan struktur cukup serius, terutama di bagian dapur yang tertimbun longsoran. Selain itu, material longsor juga menerjang kawasan SMA Negeri 11 Malinau, mengakibatkan satu unit sepeda motor rusak berat serta sejumlah ternak warga tertimbun.

Meski kerugian material tergolong besar, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh tenaga medis, guru, dan warga yang rumahnya terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi sementara ditempatkan di Gedung BPU Desa Long Berang yang difungsikan sebagai posko darurat sekaligus dapur umum untuk menjamin kebutuhan logistik korban.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kesehatan bersama pihak kecamatan telah turun langsung ke lokasi guna memetakan langkah penanganan darurat. Namun, kekhawatiran masih dirasakan warga karena kondisi tanah yang belum stabil serta potensi hujan susulan yang diperkirakan masih akan terjadi. Oldiana mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak kembali ke rumah yang berada di zona rawan demi menghindari risiko longsor susulan yang dapat terjadi kapan saja. /Karyadi Salam, melaporkan dari Malinau, Kaltara/